Persiapan Sakramen Perkawinan dan Relevansinya bagi Promosi Pertama Martabat Manusia

Authors

  • Megawati Naibaho
  • Blasius Superma Yese
  • Sergius Lay
  • Martina Marbun
  • Arman Jaya Laia

Keywords:

Persiapan Sakramen Perkawinan dan Relevansinya bagi Promosi Pertama Martabat Manusia

Abstract

Keluarga merupakan tempat pertama anak bertumbuh  dan mengalami cinta. Keluarga yang beriman dan memiliki nilai-nilai Kristiani tidak tercipta secara tiba-tiba. Satu hal yang pasti bahwa keluarga terbentuk melalui persatuan laki-laki dan perempuan yang diteguhkan dalam skramen perkawinan. Ajaran penginjil Yohanes meyakinkan bahwa dasar persatuan dalamkeluarga adalah kasih Allah yang telah terlebih dahulu "mengasihi dunia" (Yoh. 3:16). Demikian dengan persatuan suami dan istri setiap keluarga sebagai "sel" yang hidup dari keluarga, kasih Allah tetap mengalir "sampai kesudahannya" (Yoh. 13:1). Keluarga sebagai persekutuan umat beriman yang paling mendasar membutuhkan doa. Penginjil Matius mengingatkan hakikat doa yang dilakukan oleh setiap orang yang berkumpul atas nama Allah, Allah hadir di antara mereka. (bdk. Mat 18:20).

Demi menjaga keluhuran martabat keluarga, Gereja mendorong perlunya persiapan penerimaan sakramen perkawinan. Persiapan tersebut merupakan aspek yang sangat fundamental dan didalamnya diyakini bahwa doa harus menjadi elemen utama dalam keluarga. Doa yang dilakukan dengan setia akan mendorong setiap pasangan suami istri semakin teguh dan mampu menjalani panggilan sebagai keluarga dengan bahagia.  Konsili Vatikan II menegaskan ajaran tentang perkawinan sebagai panggilan yang direncanakan dan diberkati oleh Sang Pencipta dan dianugerahi dengan tugas mulia.  Perkawinan merupakan pemberian cinta yang total dan penuh pengorbanan kepada pasangan sebagaimana Kristus mencintai dan mengorbankan diri demi Gereja.  Dalam arti ini, keluhuran dan keindahan perkawinan menunjukkan adanya pertemuan secara intim dengan Kristus. Dengan demikian, dalam dinamika hidup keluarga diyakini sebagai momen pertemuan dengan Kristus melalui pasangan suami istri yan saling mengasihi. Kasih Kristus menuntun, membimbing dan menguatkan suami istri dalam pemenuhan panggilan mereka sebagai orang tua.

Published

2025-10-29

How to Cite

Megawati Naibaho, Blasius Superma Yese, Sergius Lay, Martina Marbun, & Arman Jaya Laia. (2025). Persiapan Sakramen Perkawinan dan Relevansinya bagi Promosi Pertama Martabat Manusia. Yayasan Drestanta Pelita Indonesia. Retrieved from https://publisher.yayasandpi.or.id/index.php/dpipress/article/view/1793

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 25 26 27 28 29 30 

You may also start an advanced similarity search for this article.